Tulisan Untuk G #2: Aku dan Ruang Itu

G, Hari-hari kita nggak selalu penuh tawa. Kadang kamu diam, sibuk, hilang sejenak… dan aku yang biasanya cerewet, jadi ikut diam juga. Tapi bukan karena marah. Hanya sedang berusaha mengerti.

Dulu, aku mungkin akan panik. Mengira kamu berubah, mengira aku tidak cukup, mengira banyak hal buruk yang padahal belum tentu nyata. Tapi sekarang aku belajar bahwa mencintaimu juga berarti memberimu ruang.

Bahwa perhatian itu tidak selalu hadir lewat kata-kata. Aku tahu, diamnya kamu bukan berarti berhenti sayang. Aku tahu, sibuknya kamu bukan berarti melupakan.

Aku tahu, kamu sedang berproses. Dan aku ingin tetap ada, tidak rewel, tidak menuntut, hanya ada. Sebagaimana kamu yang hadir di hidupku tanpa pernah menyuruhku jadi apa-apa. Tapi karena kamu, aku berubah jadi lebih baik.

Kalau kamu butuh waktu, ambillah. 

Kalau kamu sedang berat, jangan pura-pura kuat.

Aku di sini bukan hanya untuk hari bahagiamu, tapi juga untuk hari di mana kamu bahkan lupa cara tersenyum.

Semoga Allah selalu melapangkan dadamu, menenangkan hatimu dan menjaga kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Dari Peran Lama.

Tulisan Untuk G #5 : Gimana?