Tulisan Untuk G #5 : Gimana?

Ada saat-saat di mana aku ngerasa hubungan ini nggak lagi bergerak. Bukan karena kita saling nggak sayang, tapi karena kita terlalu diam. Terlalu nyaman dalam rutinitas, sampai lupa bahwa rasa juga butuh dirawat.

Aku ngerasa kita sekarang sama-sama bosan dengan situasi sekarang. Tapi kamu kayak nggak sadar. Atau pura-pura nggak sadar? Kita kayak terjebak dalam rutinitas yang ngebosenin. Nggak ada yang diusahakan bareng, nggak ada langkah kecil yang bikin kita merasa ‘hidup’. Kamu sibuk dengan duniamu sendiri, menghibur diri sendiri, tapi lupa nanya gimana caranya kita bertahan bareng.

Aku tahu rasa bosan itu wajar. Tapi yang bikin aku sedih, bukan rasa bosannya—melainkan bagaimana kamu seakan nggak peduli untuk keluar dari situ. Kamu terlihat tenang-tenang saja. Seolah semuanya baik-baik aja. Padahal aku di sini ngerasa kosong.

Aku pengin kita ngobrol dari hati ke hati, tapi kamu selalu salah paham. Nada suaramu naik, matamu seolah bilang aku ini nyari masalah. Padahal aku cuma butuh diyakinkan. Aku pengin dengar kamu bilang, “nggak apa-apa, kita cari jalan bareng.” Tapi kamu malah sibuk menutup pembicaraan, seolah perasaanku ini gangguan.

Aku bingung,

Bukan karena aku nggak mau bertahan, tapi karena aku merasa sendirian dalam hubungan ini.

Aku tahu kamu punya ketakutan sendiri, tapi kalau terus-terusan dibatasi sama rasa takut, kita nggak akan pernah benar-benar jalan bareng.

Aku ngerasa kehilangan arah.

Dan lebih menyakitkan lagi, aku ngerasa kamu bahkan nggak sadar. Atau mungkin sadar, tapi nggak cukup peduli.

Kalau suatu saat nanti kamu bertanya kenapa aku berubah, mungkin ini jawabannya. Aku terbiasa.

Aku masih sayang. Tapi aku juga harus aras.

Dan kalau ini terus-terusan jalan tanpa tujuan, aku harus siap untuk berhenti karena aku berharga, dan aku layak diperjuangkan.

Aku,

yang masih nunggu kamu

Jangan sampai kamu pikir aku menyerah atau sudah tidak sayang.

Aku lebih milih nulis disini, nyampein disini daripada nyampein langsung ke kamu adalah salah satu cara untuk menjaga hubungan kita, karena aku ngerti semua akan sia sia kalau diobrolin dan kamu bakal terus nuduh bahwa aku cari masalah atau  masalah ada pada diriku sendiri, lagi lagi kamu dan egomu, tidak pernah melihat aku. bahkan mungkin setelah kamu baca ini pun, kamu juga tetap tidak paham maksud tulisan ini.

harusnya kamu paham belum tentu bisa kamu temui perempuan semenerima dan semengerti aku.

Lebih baik sekarang, aku banyak diam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan Untuk G #2: Aku dan Ruang Itu

Surat Dari Peran Lama.