Jalan yang Ku Pilih #1 : Tiada yang Meminta Seperti Ini, Tapi Menurutku Allah Itu Baik.

Tiada yang Meminta Seperti Ini, Tapi Menurutku… Allah Itu Baik

Tiada yang benar-benar meminta untuk hidup dalam ketidakpastian. Tiada pula yang bercita-cita untuk bangun pagi hanya untuk kembali duduk menunggu.

Aku pun tidak.

Aku tidak memilih untuk nganggur. Tidak memilih untuk kesana-kemari, mengisi hari dengan “mungkin” dan “semoga”.

Tapi aku masih di sini, menanti pengumuman yang bahkan belum tentu datang tepat waktu. pengumuman yang entah kenapa, kini menjadi satu-satunya harapanku.

Aku tahu aku sedang tidak di tempat yang menyenangkan. Aku tahu, beberapa hari terasa sunyi, dan di antara sapa orang-orang yang bertanya “Sudah kerja di mana sekarang?”, aku cuma bisa senyum, pura-pura tak peduli. Padahal, aku peduli. Sangat.

Aku capek, tapi aku masih percaya. Karena menurutku… Allah itu baik.

Allah adalah satu-satunya alasan kenapa aku belum menyerah. Satu-satunya yang masih bisa kutatap tanpa malu ketika malam datang tanpa kabar.

Aku yakin meski segalanya tak terlihat jelas sekarang, Allah sedang menuliskan sesuatu yang jauh lebih indah dari semua rencana buru-buruku.

Maka, hari ini aku tidak akan mengeluh terlalu banyak. Aku akan tetap bangun, meski lambat. Akan tetap bergerak, meski kecil.

Karena aku ingin siap saat doa-doaku dijawab. Untuk sekarang, biarlah waktu Allah bekerja.

Dan aku akan terus bertahan di sini,

dengan sabar yang sesekali remuk,

dengan harap yang sesekali bocor,

tapi tidak pernah hilang.


Sungguh,

tiada yang meminta seperti ini,

tapi menurutku…

Tuhan tetap, dan selalu, baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan Untuk G #2: Aku dan Ruang Itu

Surat Dari Peran Lama.

Tulisan Untuk G #5 : Gimana?