Tulisan Untuk G #1: Kok Bisa?
Kadang aku suka mikir... kok bisa ya, dari semua orang yang pernah lalu-lalang dalam hidupku, akhirnya aku jatuh cinta sama kamu teman TK ku, teman SD, teman ngaji, tetangga SMA sekomplek yang cuma sapaan canggung pas papasan.
Dulu, kita ada di sekitaran yang sama, tapi nggak benar-benar dekat.
Sekarang, kita jalanin hidup yang saling menggenggam.
Gila ya, semesta selucu itu caranya. Tapi aku bersyukur banget.
Sebelum kamu datang, aku pernah ada di titik terburukku. Aku pernah salah langkah, pernah menyakiti, pernah jadi orang yang bahkan aku sendiri nggak bangga mengenalnya.
Tapi lalu kamu hadir. Nggak dengan paksa, nggak juga dengan janji-janji manis. Kamu hadir begitu saja… dan rasanya cukup. Bahkan lebih dari cukup.
Yang lebih ajaib lagi, kamu nggak pernah nyuruh aku jadi orang baik. Tapi karena kamu, aku ingin jadi lebih baik. Bukan cuma untuk diriku sendiri, tapi untuk kamu. Untuk kita. Untuk tujuan-tujuan yang sekarang udah nggak cuma milikku, tapi milik kita berdua.
G, aku tahu hubungan bukan cuma tentang senang-senang. Akan ada jatuh, lelah, ragu, bahkan mungkin kecewa. Tapi aku ingin ada di situ, bukan cuma untuk menikmati puncakmu, tapi juga menemani kamu dari dasar.
Aku ingin kamu tahu, kamu bisa pegang tanganku kapan pun kamu butuh.
Karena aku sayang kamu, dan aku percaya… kita bisa tumbuh bareng. Kita bisa capai apa yang kita impikan, sama-sama.
Kalau suatu hari kamu berdiri di tempat favoritmu sebagai orang sukses, aku pengin ada di sana juga bukan cuma sebagai pasanganmu, tapi sebagai seseorang yang pernah kamu genggam erat sepanjang jalan.
Dan semoga... Allah segera satukan kita dalam kebaikan, serta perkenankan kamu untuk mengajakku ke jannah-Nya.
Fid dunya wal akhirah. Aamiin.
Terima kasih ya, G. Terima kasih udah tetap jadi kamu yang hadir tiba-tiba dihidupku.
Komentar
Posting Komentar