Jalan yang Ku pilih #3 : Ya Sudah.
Lulus S1 2023, lalu lanjut profesi dan lulus PPG dari 2024. Sebuah fase panjang yang akhirnya selesai juga. Aku belajar banyak, bukan cuma soal pendidikan, tapi juga soal bertahan, berpikir jernih, dan tetap punya hati dalam proses belajar mengajar.
Setelah itu, aku ikut PPPK. Harapan sempat naik, tapi ternyata belum rezeki. Aku kirim lamaran ke sana-sini, tapi belum ada yang benar-benar cocok. Ada yang manggil, tapi gajinya gak masuk akal. Ada yang menjanjikan, tapi terlalu jauh atau tidak sesuai hati. Dan di titik ini, aku belajar lagi: mungkin jalanku memang bukan ke sana… setidaknya belum sekarang.
Sekarang aku fokus ke les privat. Dan jujur ini yang bikin aku seneng banget. Aku ketemu anak-anak yang unik, lucu, dan penuh potensi. Tapi yang bikin hatiku hangat adalah interaksi sama orang tuanya. Kebanyakan dari mereka support banget. Mereka nyiapin ruangan yang nyaman buat anaknya belajar, mereka nanya progresnya, bahkan ada yang kadang ikut duduk diem-diem buat ngedengerin. Itu bentuk penghargaan buatku dan aku merasa pekerjaanku benar-benar berarti.
Tapi aku juga gak mau munafik. Aku juga ngajar les di rumah. Ada anak-anak yang menyenangkan juga, tapi suasananya kadang beda. Kadang ada orang tua yang nawar harga sampai bikin mikir, “apa aku segini nilainya di mata mereka?” Aku tahu, mereka mungkin punya alasan sendiri. Tapi di sisi lain, aku juga manusia. Aku juga guru. Dan aku juga butuh dihargai.
Tapi aku jalanin semuanya. Karena pada akhirnya, ini juga bagian dari prosesku. Gak semua hal harus indah untuk bisa jadi bermakna.
Mungkin jalanku gak lurus kayak orang lain. Aku gak pakai seragam ASN. Aku gak kerja kantoran. Tapi aku tetap mengajar. Aku tetap bergerak. Aku tetap berusaha memberi arti di ruang kecil yang bisa aku jangkau.
Dan aku bersyukur.
Karena dari semua ini, aku belajar lebih banyak tentang manusia. Tentang sistem. Tentang nilai. Tentang diri sendiri. Tentang dunia yang gak selalu adil, tapi selalu memberi ruang untuk bertumbuh.
Mungkin ini memang jalanku bukan yang paling umum, tapi paling aku banget. Aku butuh ruang, aku butuh gerak, aku butuh merasakan sendiri. Dan ternyata, dengan semua jatuh-bangun ini, aku makin yakin kalau jalan ini, walau tak pasti, tetap punya arti.
Dan ya, mungkin ini memang panggilan jiwaku.
Seorang lifepath 5, yang sedang menapaki hidup dengan penuh rasa syukur dan kesadaran.
Komentar
Posting Komentar